Kopi sudah dikenal
sejak abad ke-7 yang telah diyakini tumbuh didekat laut merah, seorang
penulis Arab diabad ke-15, Shehabeddin Ben menulis bahwa orang-orang
Etiopia telah menikmati minum kopi jauh lebih lama dari yang pernah
diketahui orang. Pada abad ke-16, perkebunan kopi ditemukan di dataran
Yaman, Arab. Setelah seorang duta besar Turki memperkenalkan kopi
kepengadilan Raja Louis XIV pada tahun 1669, dengan cepatnya kopi dapat
menyebar ke bangsa Eropa. Di Malaysia, kopi diterima masyarakat secara
luas dan merupakan kebiasaan yang mengakar kuat dalam kehidupan
sehari-hari. Kopi juga dikenal tidak memandang jenis kelamin maupun
strata sosial.
“Istilah minum kopi memang sudah tidak asing lagi dalam masyarakat baik
dikalangan lelaki dan wanita, terutama pada kesan yang dapat merangsang
system saraf pusat dan dipercaya sebagai anti tidur, menurunkan
kelemahan dan meningkatkan prestasi kerja” (Sulaiman dan Hameed:2004).
Jadi belakangan ini minum kopi dikalangan lelaki dan wanita bukan semata
untuk kesusahan dalam membuat aktiviti kerja maupun aktiviti lain yang
melebihi batas kemampuan kerja seseorang. Tapi sudah menjadi life style
(gaya hidup) pada zaman yang modern seperti sekarang iniDisini
sebahagian info tentang sejauh mana kopi dapat mempengaruhi tekanan
darah.
B. RUMUSAN MASALAH
Masalah yang dirumuskan berdasarkan latar belakang masalah di atas adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana penjabaran tentang tekanan darah?
2. Berapa gram kopi yang diperlukan untuk menaikkan potensi tekanan darah?
3. Bagaimana mekanisme kerja kafein pada hormon-hormon yang mempengaruhi tekanan darah?
4. Apa dampak negatif dan positif kopi pada tekanan darah dan tubuh secara umum?
C. TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui penjabaran tentang tekanan darah.
2. Mengetahui berapa banyak kopi yang diperlukan untuk menaikkan potensi tekanan darah.
3. Mengetahui mekanisme kerja kafein pada hormon-hormon yang mempengaruhi tekanan darah.
4. Mengetahui dampak negatif dan positif kopi pada tekanan darah dan tubuh secara umum.
PEMBAHASAN
A. PENJABARAN TENTANG TEKANAN DARAH
Aliran darah dapat diperikan dengan kecepatan linear (V) dan tekanannya
(P). kecepatan linear adalah fungsi waktu dan titik dalam ruangan yang
diukur. Tekanan (P) adalah gaya persatuan luas fluida. Selain itu
tekanan juga dapat diartikan sebagai suatu tegangan dan mempunyai
dimensi gaya persatuan luas. Dalam system SI diukur dalam N/m2.
Tekanan = P = F/A (1)
Sebagai ganti suatu tegangan, tekanan kerapkali diukur dalam tiggi kolom
zat cair. Dengan demikian, tekanan dapat diukur dalam satuan sebarang
yang cocok untuk tinggi, meter air raksa atau meter air. Satuan yang
sering digunakan dalam sistem sirkulasi adalah mmHg.
Disamping tekanan dan kecepatan, sifat fluida yang fundamental adalah
jisim jenis. Jisim jenis didefinisikan sebagai perbandingan antara jisim
suatu benda terhadap volumenya:
ρ = m/V (2)
keterangan : ρ adalah jisim constant (kg/m3)
m adalah jisim (kg)
V adalah volume (m3)
Darah dianggap sebagai fluida nonkompresif. Jisim jenisnya kurang lebih sama dengan jisim jenis air.
Lelaki dan wanita memiliki tekanan darah yang berbeza, seiring dengan
bertambahnya usia. Hal ini tergambar pada grafik dibawah ini.
Grafik 1 Perbezaan tekanan darah antara lelaki dan wanita
Tekanan arteri maksimum disebut tekanan sistolik, dan tekanan arteri
minimum disebut tekanan diastolik. Pada orang dewasa normal, tekanan
terukur arteri 120/80 mmHg. Nomor diatas (120) menunjukkan tekanan
sistole dan nomor dibawah (80) menunjukkan tekanan diastole.
B. GRAM KOPI YANG DIPERLUKAN
Setelah dilakukan beberapa penelitian, dinyatakan bahwa satu cangkir
kopi mengandung 75-200 mg kafein, dimana dalam satu cangkir tersebut
berpotensi meningkatkan tekanan darah 5-10 mmHg.
Salah satu penelitian yang menyatakan hal tersebut adalah penelitian
yang dilakukan pada bulan april-juni 2007 di laboratorium fisiologi
fakultas kedokteran universitas Jember. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui apakah ada pengaruh pemberian kopi Robusta motiduse terhadap
tekanan darah pada lelakidewasa dan membuktikan apakah dosis kafein 50
mg tidak berpengaruh terhadap tekanan darah.
Sampel terdiri atas 20 orang lelakidewasa muda yang dipilih secara acak
dan dibagi dalam 2 (dua) kelompok yaitu kelompok kontrol (K) yang diberi
plasebo berupa ketan hitam yang sudah ditumbuk halus dalam beberapa
dosis (2,5 g; 3,7 g; dan 5 g) dan kelompok perlakuan (P) yang diberi
kopi jenis Robusta dalam beberapa dosis (5 g; 3,7 g; dan 5 g) . Variabel
yang diukur yaitu tekanan darah sistole dan diastole orang lelaki
dewasa muda. Untuk mengetahui pengaruh pemberian kopi terhadap tekanan
darah sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan uji paired 2 sampel test.
Uji paired 2 sampel t-test menunjukkan bahwa terdapat Perbezaan yang
bermakna berupa peningkatan tekanan darah sistole dan diastole pada
kelompok perlakuan yang diberi kopi jenis Robusta dengan beberapa dosis
(p<0,05) sedangkan untuk kelompok kontrol terjadi Perbezaan yang
bermakna berupa penurunan tekanan darah sistole dan diastole hanya pada
beberapa dosis (p<0,05). Namun, sebagian dosis lainnya tidak terjadi
Perbezaan tekanan darah yang bermakna (p>0,05). Berdasarkan hasil
pembahasan dapat disimpulkan bahwa dosis kopi 2,5 g; 3,7 g; dan 5 g
dengan kadar kafein 50 mg; 75 mg; dan 100 mg dapat meningkatkan tekanan
darah sistole dan diastole, sehingga dapat dibuktikan juga bahwa dosis
kafein 50 mg dalam kopi jenis Robusta dapat mempengaruhi tekanan darah
terutama pada tekanan darah sistolenya.Setelah dirata-rata, kurang lebih
3,7 gram kopi dapat menaikkan potensi tekanan darah.
C. MEKANISME KERJA KAFEIN PADA HORMON-HORMON YANG MEMPENGARUHI TEKANAN DARAH
Kopi menyebarkan kesannya melalui kandungan yang ada didalamnya yakni
kafein yang akan menyebabkan perubahan hormone-hormon yang mempengaruhi
tekanan darah. Kafein mengurung reseptor adenosin di otak. Adenosin
ialah senyawa nukleotida yang berfungsi mengurangi aktiviti sel saraf
saat tertambat pada sel tersebut. Seperti adenosin, molekul kafein juga
tertambat pada reseptor yang sama, tetapi akibatnya berbeza. Kafein
tidak akan memperlambat aktiviti sel saraf/otak sebaliknya menghalang
adesonin untuk berfungsi. Dampaknya aktiviti otak meningkat dan
mengakibatkan hormon epinefrin dirembes. Hormon tersebut akan menaikkan
detak jantung, meninggikan tekanan darah, menambah penyaluran darah ke
otot-otot, mengurangi penyaluran darah ke kulit dan organ dalam, dan
mengeluarkan glukosa dari hati. kafein juga dapat menaikkan permukaan
neurotransmitter dopamine di otak.
Kafein dapat dikeluarkan dari otak dengan cepat, tidak seperti alkohol
atau perangsang sistem saraf pusat yang lain. kafein tidak mengganggu
fungsi mental tinggi dan tumpuan otak. Pengambilan kafein secara
berkelanjutan akan menyebabkan badan menjadi toleran dengan kehadiran
kafein. Oleh itu, jika pengambilan kafein diberhentikan (proses ini
dinamakan "penarikan" atau "tarikan"), badan menjadi terlalu sensitif
terhadap adenosin menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak yang
seterusnya mengakibatkan sakit kepala dan sebagainya.
D. KESAN NEGATIF DAN POSITIF KOPI
Banyak orang mencuba bertahan dengan minum kopi, misalnya, ketika
berjaga malam, lewat kerja, dan sebagainya, kopi dipercaya membantu.
Namun pengambilan kopi secara berlebihan dapat menimbulkan banyak
masalah, seperti warna gigi berubah, bau mulut, meningkatkan stress,
serangan jantung, kemandulan pada lelaki, gangguan pencernaan, kecanduan
dan bahkan penuaan dini. Kafein juga merupakan salah satu penyebab
utama sakit kepala. Selain itu pengambilan kopi secara berlebihan dipagi
hari dapat meningkatkan tekanan darah, tingkat stress dan mengeluarkan
hormone penyebab stress selama satu hari penuh. Kafein dalam kopi
merangsang kelenjar-kelenjar adrenal, yang dapat meningkatkan salah satu
faktor penyebab stres setelah 18 jam. Kafein pada kopi sangat
berpotensi meningkatkan tekanan darah serta detak jantung yang banyak
dilaporkan menjadi penyebab kebanyakan timbulnya rasa stres yang
berkepanjangan pada hari kerja. Kesan ini biasanya masih akan terbawa
sampai malam hari menjelang waktu tidur. Oleh kerana itu setelah minum
kopi kita menjadi susah tidur dan gelisah. Kopi juga mengandung sebuah
unsur yang disebut terpenoid, yang diketahui dapat meningkatkan kadar
kolesterol darah. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah arteri
tersumbat dan akibatnya pembuluh darah ini bekerja terlalu keras.
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari uraian pada pembahasan penulis menyimpulkan bahwa:
1. Aliran darah dapat diperikan dengan kecepatan linear (V) dan
tekanannya (P). kecepatan linear adalah fungsi waktu dan titik dalam
ruangan yang diukur. Tekanan, P, adalah gaya persatuan luas fluida.
Selain itu tekanan juga dapat diartikan sebagai suatu tegangan dan
mempunyai dimensi gaya persatuan luas. Dalam system SI diukur dalam N/m2
Tekanan = P = F/A
2. Satu cangkir kopi mengandung 75-200 mg kafein, dimana dalam satu
cangkir tersebut berpotensi meningkatkan tekanan darah 5-10 mmHg.
3. Kafein menghalangi hormon adenosine untuk berfungsi tetapi malah
mengakibatkan hormon epinefrin dirembes sehingga dapat menaikkan detak
jantung dan meninggikan tekanan darah.
4. Pengambilan kopi lebih dari 50 mg per hari akan menimbulkan resiko serangan jantung, gagal ginjal hingga diabetes.
0 komentar: